<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Memberi Adalah Tradisi Para Pahlawan</title>
	<atom:link href="http://ismansyah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ismansyah.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Jan 2011 23:51:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ismansyah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Memberi Adalah Tradisi Para Pahlawan</title>
		<link>http://ismansyah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ismansyah.wordpress.com/osd.xml" title="Memberi Adalah Tradisi Para Pahlawan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ismansyah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BERHENTILAH JADI GELAS</title>
		<link>http://ismansyah.wordpress.com/2008/11/13/berhentilah-jadi-gelas/</link>
		<comments>http://ismansyah.wordpress.com/2008/11/13/berhentilah-jadi-gelas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 02:19:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ismansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismansyah.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Seorang guru mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung. &#8220;Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?&#8221; sang Guru bertanya. &#8220;Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,&#8221; jawab sang murid muda. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=32&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang guru mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya<br />
belakangan ini selalu tampak murung.</p>
<p>&#8220;Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di<br />
dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?&#8221; sang Guru bertanya.</p>
<p>&#8220;Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk<br />
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,&#8221; jawab sang<br />
murid muda.</p>
<p>Sang Guru terkekeh. &#8220;Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.<br />
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.&#8221;<br />
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan<br />
gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana<br />
yang diminta.</p>
<p>&#8220;Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,&#8221; kata<br />
Sang Guru. &#8220;Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.&#8221;<br />
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air<br />
asin.</p>
<p>&#8220;Bagaimana rasanya?&#8221; tanya Sang Guru.</p>
<p>&#8220;Asin, dan perutku jadi mual,&#8221; jawab si murid dengan wajah yang masih<br />
meringis.</p>
<p>Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis<br />
keasinan.</p>
<p>&#8220;Sekarang kau ikut aku.&#8221; Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat<br />
tempat mereka. &#8220;Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.&#8221;<br />
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa<br />
bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa<br />
asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah<br />
di hadapan Sang Guru, begitu pikirnya.</p>
<p>&#8220;Sekarang, coba kau minum air danau itu,&#8221; kata Sang Guru sambil<br />
mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir<br />
danau.</p>
<p>Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan<br />
membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin<br />
dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya<br />
kepadanya, &#8220;Bagaimana rasanya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Segar, segar sekali,&#8221; kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan<br />
punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber<br />
air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.<br />
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang<br />
tersisa di mulutnya.</p>
<p>&#8220;Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak sama sekali,&#8221; kata si murid sambil mengambil air dan<br />
meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,<br />
membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.</p>
<p>&#8220;Nak,&#8221; kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. &#8220;Segala masalah<br />
dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.<br />
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus<br />
kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Yang Maha Kuasa, sesuai<br />
untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang<br />
dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun<br />
demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang<br />
bebas dari penderitaan dan masalah.&#8221;</p>
<p>Si murid terdiam, mendengarkan.</p>
<p>&#8220;Tapi Nak, rasa `asin&#8217; dari penderitaan yang dialami itu sangat<br />
tergantung dari besarnya &#8216;qalbu&#8217;(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya<br />
tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati di  dalam dadamu itu<br />
sebesar danau.&#8221;</p>
<p>sumber : HD</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismansyah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismansyah.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismansyah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismansyah.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismansyah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismansyah.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismansyah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismansyah.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismansyah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismansyah.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismansyah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismansyah.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismansyah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismansyah.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=32&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismansyah.wordpress.com/2008/11/13/berhentilah-jadi-gelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d69b6afd0c4ebc5fabd5cf60662dcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismansyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diabetes</title>
		<link>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/18/diabetes/</link>
		<comments>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/18/diabetes/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 01:56:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ismansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismansyah.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Kalimin, 51 tahun. Semarang Diabetes Saya sudah menderita diabetes sejak 10 tahun yang lalu. Tubuh saya yang semula gemuk kini menjadi kurus. Pada bulan Maret 2005, saya sempat diopname karena muntah-muntah, diare dan kadar gula darah saya mencapai 300mg/dll. Setiap 4 jam sekali, saya harus disuntik insulin. Lalu tiba-tiba saya merasa nyeri di dada dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=29&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="115" align="center" valign="top"><img src="http://www.hd.co.id/dist/images/kalimin.jpg" alt="" width="100" height="100" /></td>
<td valign="top"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;font-size:small;">Kalimin,                           51 tahun. Semarang</span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#ff6633;font-size:medium;"><strong>Diabetes </strong></span></p>
<div><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">Saya sudah menderita diabetes sejak 10 tahun yang lalu. Tubuh saya yang semula gemuk kini menjadi kurus. Pada bulan Maret 2005, saya sempat diopname karena muntah-muntah, diare dan kadar gula darah saya mencapai 300mg/dll. Setiap 4 jam sekali, saya harus disuntik insulin. Lalu tiba-tiba saya merasa nyeri di dada dan sempat tidak sadarkan diri selama 3 hari. Saya lalu dirawat di ICU dan didiagnosa memiliki komplikasi jantung.</p>
<p>Pada bulan April 2005, saya mulai mengonsumsi Dynamic Trio. Dan dalam seminggu, saya sudah dapat merasakan perubahannya. Dua minggu kemudian, saya diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan kesehatan saya sudah jauh lebih baik. Sebulan kemudian, bau mulut, bau badan, dan bau pada air seni saya berangsur-angsur menghilang. Enam bulan kemudian, saya kembali melakukan tes laboratorium. Dan hasilnya menunjukan kadar kolesterol, gula darah dan asam urat saya berangsur normal. Selain itu, wajah saya juga terlihat lebih cerah dan kulit nampak lebih bersinar.</span></div>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Produk yang digunakan:<br />
<span style="color:#990000;"><strong>Bee Propolis, Melatonin, Pollenergy 520, Royal Jelly Tablet</strong></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ismansyah.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ismansyah.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismansyah.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismansyah.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismansyah.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismansyah.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismansyah.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismansyah.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismansyah.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismansyah.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismansyah.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismansyah.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismansyah.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismansyah.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismansyah.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismansyah.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=29&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/18/diabetes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d69b6afd0c4ebc5fabd5cf60662dcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismansyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.hd.co.id/dist/images/kalimin.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jantung Koroner</title>
		<link>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/18/jantung-koroner/</link>
		<comments>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/18/jantung-koroner/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 01:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ismansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[Jantung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismansyah.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Ismayani, 42 tahun. Cimahi, Jawa Barat Struma, Jantung Koroner Saya mudah merasa letih, badan terasa lemas, napas yang pendek-pendek, dan sesak napas. Namun, karena saat itu saya belum mengetahui hal tersebut merupakan gejala penyakit jantung, maka tidak saya hiraukan. Namun, lama-kelamaan hal itu menjadi sering sekali saya alami. Saya pun memeriksakan diri ke dokter. Setelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=26&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="115" align="center" valign="top"><img src="http://www.hd.co.id/dist/images/ismayaniweb.jpg" alt="" width="100" height="100" /></td>
<td valign="top"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;font-size:small;">Ismayani,                           42 tahun. Cimahi, Jawa Barat</span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#ff6633;font-size:medium;"><strong>Struma, Jantung Koroner </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;"></p>
<div>Saya mudah merasa letih, badan terasa lemas, napas yang pendek-pendek, dan sesak napas. Namun, karena saat itu saya belum mengetahui hal tersebut merupakan gejala penyakit jantung, maka tidak saya hiraukan.</p>
<p>Namun, lama-kelamaan hal itu menjadi sering sekali saya alami. Saya pun memeriksakan diri ke dokter. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mengatakan saya terkena penyempitan pada jantung. Kemudian, saya mulai rutin berobat ke rumah sakit. Dan akhirnya, perlahan-lahan keluhan mulai berkurang.</p>
<p>Akan tetapi, setelah menikah dan melahirkan, keluhan itu datang lagi, dan lebih parah dibanding sebelumnya. Namun, saya tidak berputus asa, dan menjalani pengobatan sampai ± 3 tahun lamanya. Alhamdullilah, keluhan berkurang, dan saya dapat melahirkan anak ke-2 saya dengan selamat. Selepas itu, timbullah berbagai macam penyakit pada tubuh saya (sepertihipertensi, infeksi saluran kencing, maag), dan yang paling mengerikan adalah adanya struma nodosa nonfostik (benjolan pada leher). Dokter menyarankan agar segera dioperasi, namun karena takut, saya tidak mengikuti saran dokter.</p>
<p>Berbagai macam pengobatan sudah saya jalani, mulai dari medis, tradisional, sampai alternatif telah dicoba, namun hasilnya tidak maksimal. Hingga suatu ketika, seorang teman saya, Ibu Tresnawati mengenalkan produk-produk HD. Awalnya, saya tidak tertarik, namun setelah membicarakan produk HD ini dengan suami, dan diyakinkan, maka saya pun mulai mengonsumsi Royale Jelly Liquid, Propolis Tablet, dan Clover Honey.</p>
<p>Alhamdullilah, setelah mengonsumsi selama ± 2 minggu, kondisi badan saya mulai terasa segar, getaran dan debaran pun mulai berkurang. Saya pun teruskan mengonsumsi produk-produk HD. Hingga saat ini, sudah ± 5 bulan saya mengonsumsi produk-produk perlebahan HD, badan saya bertambah sehat dan bugar, sudah mampu berjalan jauh. Yang paling menggembirakan, benjolan pada leher kini telah mengecil, dan tidak perlu lagi di operasi.</p>
<p>Terima kasih banyak HD, yang telah membantu menyehatkan saya.</p></div>
<p></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Produk yang digunakan:<br />
<span style="color:#990000;"><strong>Bee Propolis, Clover Honey, Royal Jelly Liquid</strong></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ismansyah.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ismansyah.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismansyah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismansyah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismansyah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismansyah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismansyah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismansyah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismansyah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismansyah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismansyah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismansyah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismansyah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismansyah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismansyah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismansyah.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=26&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/18/jantung-koroner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d69b6afd0c4ebc5fabd5cf60662dcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismansyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.hd.co.id/dist/images/ismayaniweb.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nasib Perokok Pasif</title>
		<link>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/12/nasib-perokok-pasif/</link>
		<comments>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/12/nasib-perokok-pasif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 01:46:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ismansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismansyah.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Nasib Perokok Pasif Sebuah penelitian di Amerika memperkuat fakta bahwa perokok pasif memiliki risiko terkena penyakit lebih tinggi dibandingkan dengan perokoknya sendiri. Perokok Pasif di Antara Bahaya yang Tidak Pilih Bulu Tidak hanya menghasilkan ’racun’ bagi penikmatnya tetapi juga meracuni orang di sekitarnya. Itulah sedikit gambaran tentang benda kecil bernama rokok. Rokok, disukai banyak orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=15&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table style="height:100px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="456">
<tbody>
<tr valign="middle">
<td colspan="2" height="31" valign="top">
<div><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;font-size:large;"> Nasib Perokok Pasif</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="middle">
<td colspan="2" height="10" valign="middle"><img src="http://www.hd.co.id/images/aksesories/ttk456.gif" alt="" width="456" height="1" /></td>
</tr>
<tr valign="middle">
<td colspan="2" height="46" valign="top">
<div><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;"><strong>Sebuah          penelitian di Amerika memperkuat fakta bahwa perokok pasif memiliki risiko          terkena penyakit lebih tinggi dibandingkan dengan perokoknya sendiri.</strong></span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;"> </span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="middle">
<td colspan="2" height="20" valign="middle"><img src="http://www.hd.co.id/images/aksesories/ttk456.gif" alt="" width="456" height="1" /></td>
</tr>
<tr valign="middle">
<td colspan="2" height="1677" valign="top">
<div><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;"> </span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;font-size:small;"><strong>Perokok            Pasif di Antara Bahaya yang Tidak Pilih Bulu </strong></span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;"><br />
Tidak hanya menghasilkan ’racun’ bagi penikmatnya tetapi juga meracuni            orang di sekitarnya. Itulah sedikit gambaran tentang benda kecil bernama            rokok. Rokok, disukai banyak orang namun dimusuhi lebih banyak orang,            itulah benda kecil bernama rokok. Sekelompok orang yang menikmatinya,            namun orang lain yang sama sekali tidak menikmatinya juga ikut terkena            dampaknya. Kelompok yang hanya kebagian asap inilah dinamakan perokok            pasif.</p>
<p><img src="http://www.hd.co.id/images/artikel/rokok5.jpg" alt="" width="187" height="300" align="left" />Tidak            tanggung-tanggung, asap rokok mengandung sekitar 4000 bahan kimia, dan            43 diantaranya bersifat karsinogen (menyebabkan kanker). Ironisnya,            asap rokok yang dihirup oleh perokok pasif kandungan bahan kimianya            lebih tinggi dibandingkan dengan yang dihirup oleh perokoknya.</p>
<p>Merokok, menghasilkan pembakaran dan asap yang dihirup oleh si perokok,            dan lalu dihembuskan ke udara. Asap yang dihembuskan dan asap hasil            pembakaran ujung rokok kemudian menyebar ke udara dan dihirup oleh orang-orang            yang tidak merokok.</p>
<p>Tidak banyak yang mau peduli dengan kenyataan bahwa 85% asap rokok dihirup            oleh perokok pasif. Hanya 15% yang dihirup oleh perokoknya. Hitungan            matematis yang cukup menyedihkan.</p>
<p>Menjadi pengguna fasilitas umum, terutama angkutan umum semakin menyempurnakan            penyebaran bahaya ini. Asap rokok menjadi sesuatu yang nyaris tak dapat            dihindari. Orang yang tidak merokok pun tidak lagi punya hak atas udara            bersih untuk mereka hirup. Pasalnya, ada salah kaprah yang sudah membudaya.            Misalnya, bila seseorang yang tidak merokok mengeluh akan asap rokok            dalam sebuah bis kota, orang tersebut akan dianggap aneh. Padahal, di            fasilitas umum yang berlaku seharusnya adalah peraturan untuk kepentingan            umum.</p>
<p>Sebuah penelitian di Amerika memperkuat fakta bahwa perokok pasif memiliki            risiko terkena penyakit lebih tinggi dibandingkan dengan perokoknya            sendiri. Penelitian tersebut menunjukkan hasil bahwa kematian akibat            asap rokok pada orang yang tinggal dengan perokok lebih tinggi dibandingkan            dengan mereka yang tidak merokok. Dengan menjadi seorang perokok pasif,            beberapa bahaya mengintai kapan saja. Infeksi paru, gangguan pertumbuhan            paru, bahkan kanker paru.</p>
<p>Di negara maju, persentase jumlah perokok semakin hari semakin berkurang.            Selain kepedulian terhadap lingkungan, kesadaran yang tinggi akan bahaya            rokok menjadi alasan kuat mereka untuk berhenti merokok. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;"> </span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;"><img src="http://www.hd.co.id/images/artikel/rokok-4.jpg" alt="" width="200" height="160" align="left" />Di            Indonesia sendiri, para perokok masih memiliki kebebasan yang hampir            tak terbatas. Memang, beberapa waktu yang lalu sudah ada Perda (untuk            wilayah DKI) yang mengatur masalah merokok di area publik. Tetapi, tampaknya            belum banyak memiliki kesadaran pada peraturan tersebut.<br />
</span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">Kawasan            bebas rokok masih sangat minim, bahkan di area yang bebas asap rokok            pun, masih ada saja yang tidak perduli aturan.</p>
<p>Masih seputar konsekuensi yang tidak adil. Menurut WHO, badan kesehatan            PBB, sekitar 700 juta anak, atau sekitar setengah dari seluruh anak            di dunia terpaksa menghirup udara yang tercemari asap rokok. Asap rokok            yang sangat berbahaya bagi pertumbuhan serta perkembangan mereka. Ayah            yang merokok, anak yang menghirup asap racunya. Suami yang merokok,            istri yang menghisap racunnya, demikian juga sebaliknya.</p>
<p><strong><span style="color:#990000;font-size:small;">Mengurangi Bahaya Merokok</span></strong><br />
Dalam kemasan rokok, dengan jelas dapat dibaca bahaya-bahaya yang disebabkan            oleh rokok. Bahaya yang oleh banyak orang hanya dianggap sebagai gurauan.            Selain bahaya yang sering kita temui pada kemasan tersebut, masih ada            sederat bahaya lain seperti mulai dari penurunan sistem kekebalan tubuh,            rusaknya pendengaran, kulit kusam dan keriput sampai pada kerontokan            rambut. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;"> <img src="http://www.hd.co.id/images/artikel/rokok-5.jpg" alt="" width="150" height="278" align="left" /></span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">Mengetahui          bahaya merokok bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Bila kita perduli          dengan kesehatan diri sendiri, orang-orang terkasih, kenyataan kerusakan          lingkungan yang semakin hari semakin buruk, dan masalah ekonomi yang diperparah          oleh rokok, masihkah kita merokok?</p>
<p>Mungkin, tidak mudah untuk berhenti merokok. Tetapi, bila ada kemauan          dan tekad yang bulat, tidak akan sesulit yang dibayangkan. Bila masih          menyayangi diri sendiri serta orang-orang di sekitar, maka mulailah dari          sekarang. Atau, bila memang akan tetap menjadi perokok, lakukan tindakan          yang bisa membantu memperkecil pencemaran akan orang-orang yang berada          di sekitar kita. Cuci tangan, sikat gigi dan berkumur setelah segera merokok.          Jangan pernah merokok di dalam rumah karena ini sama dengan menyebarkan          racun ke seluruh penghuni rumah. Merokoklah hanya di tempat yang diperbolehkan.          Bila berhenti merokok adalah salah satu tindakan untuk ’menyelamatkan’          planet ini, mengapa tidak kita lakukan?</p>
<p>Kita tidak akan pernah tahu seberapa besar bahan kimia yang kita hirup            lewat udara setiap harinya. Karenanya, perlu membekali tubuh dengan            antioksidan yang dapat mengatasi kerusakan yang terjadi akibat oksidasi            dalam sel. Antioksidan mampu mengatasi beberapa jenis penyakit dan juga            oksidasi sel. HD Bee Propolis merupakan sistem perlindungan yang baik.            HD Bee Propolis bekerja dengan cara meningkatkan dan menstimulasi sistem            kekebalan tubuh secara alami. Dengan demikian radikal bebas (molekul            berbahaya) akibat asap rokok dapat dinetralisir. </span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ismansyah.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ismansyah.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismansyah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismansyah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismansyah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismansyah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismansyah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismansyah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismansyah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismansyah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismansyah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismansyah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismansyah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismansyah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismansyah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismansyah.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=15&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/12/nasib-perokok-pasif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d69b6afd0c4ebc5fabd5cf60662dcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismansyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.hd.co.id/images/aksesories/ttk456.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.hd.co.id/images/aksesories/ttk456.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.hd.co.id/images/artikel/rokok5.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.hd.co.id/images/artikel/rokok-4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.hd.co.id/images/artikel/rokok-5.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>FILOSOFI ANSA</title>
		<link>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/06/filosofi-ansa/</link>
		<comments>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/06/filosofi-ansa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 01:51:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ismansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ANSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismansyah.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa High-Desert yang Terbaik? Pengalaman kami selama bertahun-tahun akan manfaat produk perlebahan semakin memantapkan kepercayaan serta keyakinan kami bahwa produk perlebahan benar-benar berkhasiat. Alami &#38; Ilmiah ANSA (All Natural, Scienticcally Applied) Terapi lebah adalah penggunaan produk perlebahan seperti bee pollen, propolis, royal jelly, dan madu untuk keperluan medis. Sejak 5000 tahun yang lalu, produk perlebahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=13&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.hd.co.id/images/content-image/ansa.jpg" alt="" width="750" height="250" /></p>
<p align="justify"><span style="color:#990000;"><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:small;">Mengapa          High-Desert yang Terbaik?</span></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Pengalaman kami selama          bertahun-tahun akan manfaat produk perlebahan semakin memantapkan kepercayaan          serta keyakinan kami bahwa produk perlebahan benar-benar berkhasiat.<br />
<strong><br />
<span style="color:#990000;">Alami &amp; Ilmiah<br />
ANSA (All Natural, Scienticcally Applied)</span></strong></span> <span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><br />
Terapi lebah adalah penggunaan produk perlebahan seperti bee pollen, propolis,          royal jelly, dan madu untuk keperluan medis. Sejak 5000 tahun yang lalu,          produk perlebahan sudah digunakan oleh manusia sebagai sumber makanan          mereka, untuk pengobatan, serta untuk menjaga kesehatan tubuh mereka secara          menyeluruh. Bahkan di dalam kitab-kitab suci seperti Al-Qur&#8217;an, Alkitab,          Tripitaka, Weda, serta pada barang-barang pe-ninggalan bersejarah dari          negara Cina, Yunani, Roma dan Rusia, tercantum manfaat atau kegunaan dari          makanan yang terdapat dalam sarang lebah.<br />
</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Pada          tanggal 4 September 2007, dilaporkan bahwa beberapa ahli arkeologis telah          menemukan sarang lebah yang masih dalam keadaan utuh dan telah berumur          3.000 tahun di daerah utara Israel. Hal ini membuktikan bahwa para peternak          lebah sudah ada sejak jaman dahulu dan madu selain sebagai makanan juga          digunakan untuk pengobatan serta untuk acara keagamaan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"> Tetapi          perlu diketahui bahwa semua nutrisi penting yang terdapat dalam produk          perlebahan tidak dapat memberikan manfaat jika tubuh tidak dapat menyerapnya. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Kami          di High-Desert memiliki dedikasi untuk menyediakan produk-produk perlebahan          High-Desert dipanen dari daerah yang dingin, kering dan subur di Arizona,          Amerika Serikat, tidak terkena panas dan bebas polusi. Di daerah yang          teduh dan tenang inilah, lebah dengan seksama mengumpulkan dan memilih          yang terbaik dari alam untuk sarang mereka. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Produk-produk          perlebahan High-Desert tidak hanya secara alami terbuat dari kumpulan          nutrisi-nutrisi penting, tetapi juga teah melalui berbagai penelitian          untuk memastikan tubuh Anda dapat menyerap semua nutrisi penting itu dengan          sempurna. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Dengan          mempelajari proses penyembuhan tubuh yang alami, para peneliti kami telah          memformulasikan produk-produk perlebahan yang alami ini <em>(All Natural) </em>secara ilmiah <em>(Scientific Applied) </em>agar dapat membantu memenuhi          kebutuhan nutrisi tubuh Anda yang unik yang diperlukan untuk meguatkan          dan meregenarsi sel-sel tubuh.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Kondisi lingkungan          di pegunungan gurun Arizona, Amerika Serikat yang dingin, kering, dan          subur, serta bebas dari polusi, membuat produk-produk perlebahan High-Desert          tetap terjaga kualitas dan kesegaran nutrisi alaminya. Hampir sama dengan          mengambil langsung dari sarang lebah!</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ismansyah.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ismansyah.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismansyah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismansyah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismansyah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismansyah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismansyah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismansyah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismansyah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismansyah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismansyah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismansyah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismansyah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismansyah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismansyah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismansyah.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=13&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/06/filosofi-ansa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d69b6afd0c4ebc5fabd5cf60662dcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismansyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.hd.co.id/images/content-image/ansa.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Amandel</title>
		<link>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/05/testimoni/</link>
		<comments>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/05/testimoni/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 03:31:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ismansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni]]></category>
		<category><![CDATA[amandel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismansyah.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Sriwiyanti, 42 Tahun. Blitar Amandel Setiap minggu saya harus periksa ke dokter spesialis THT. Karena seringnya saya periksa dan juga karena sering kambuh akhirnya dokter menyarankan untuk operasi amandel. Sayapun siap dioperasi karena tidak betah menahan sakit, namun teman saya melarang saya untuk operasi. Hal ini membuat saya bingung karena saya ingin sembuh dari penyakit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=11&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="4" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td></td>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="115" align="center" valign="top"><img src="http://www.hd.co.id/dist/images/Sriwiyanti.jpg" alt="" width="100" height="100" /></td>
<td valign="top"><span style="font-size:small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;">Sriwiyanti,                           42 Tahun. Blitar</span><br />
<span style="font-size:medium;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#ff6633;"><strong>Amandel </strong></span></p>
<div>Setiap minggu saya harus periksa ke dokter spesialis THT. Karena seringnya saya periksa dan juga karena sering kambuh akhirnya dokter menyarankan untuk operasi amandel. Sayapun siap dioperasi karena tidak betah menahan sakit, namun teman saya melarang saya untuk operasi. Hal ini membuat saya bingung karena saya ingin sembuh dari penyakit saya tapi tanpa dioperasi. Awal saya mengenal produk HD dari anak saya yang sudah menjadi distributornya. Setelah saya baca mengenai informasi tentang produk HD, akhirnya saya mencoba mengonsumsi Clover Honey dan Propolis tablet selama beberapa hari. Sudah habis clover honey sebanyak 3 kgdan propolis tablet 1 botol, ternyata penderitaan saya berkurang 90%, tenggorokan saya tidak panas lagi dan mudah menelan makanan. Alhamdulillah ternyata amandel saya sudah baik dan sampai sekarang untuk menjaga kesehatan, saya mengonsumsi clover honey dan pollenergy 520, dan saya sudah tidak mengunjungi dokter langganan saya lagi. Sungguh saya sangat bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada HD.</div>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Produk yang digunakan:<br />
<span style="color:#990000;"><strong>Bee Propolis, Clover Honey</strong></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ismansyah.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ismansyah.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismansyah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismansyah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismansyah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismansyah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismansyah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismansyah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismansyah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismansyah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismansyah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismansyah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismansyah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismansyah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismansyah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismansyah.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=11&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/05/testimoni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d69b6afd0c4ebc5fabd5cf60662dcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismansyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.hd.co.id/dist/images/Sriwiyanti.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Lebah</title>
		<link>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/05/tentang-lebah/</link>
		<comments>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/05/tentang-lebah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 02:41:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ismansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismansyah.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Tentang Lebah Bicara tentang lebah maka kita akan teringat dengan sarang lebah dan cara mereka bekerja dengan baik dalam kegelapan. Mereka berkomunikasi melalui bau, getaran dan interaksi secara fisik dengan lebah lainnya dan yang lebih pen-ting, lebah dapat mengenali dan bereaksi terhadap pheromones (senyawa kimia yang dikeluarkan oleh lebah). Di alam bebas, sarang lebah memiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=9&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="cattitle"><strong><a rel="bookmark" href="http://ismansyah.multiply.com/journal/item/3/Tentang_Lebah">Tentang Lebah</a></strong></td>
<td class="itemsubsub"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div id="item_body" class="bodytext">
<p align="justify"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">Bicara tentang lebah maka kita akan teringat dengan sarang lebah dan cara mereka bekerja dengan baik dalam kegelapan. Mereka berkomunikasi melalui bau, getaran dan interaksi secara fisik dengan lebah lainnya dan yang lebih pen-ting, lebah dapat mengenali dan bereaksi terhadap pheromones (senyawa kimia yang dikeluarkan oleh lebah). Di alam bebas, sarang lebah memiliki sistem perlindungan yang sangat baik untuk menjaga lebah agar terhindar dari ancaman lingkungan. </span></p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="460" bgcolor="#ffffff">
<tbody>
<tr>
<td width="165">
<div><img src="http://www.hd.co.id/images/aksesories/circle.jpg" alt="" width="165" height="150" /></div>
</td>
<td width="265">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="248">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;font-size:small;"><strong>Didalam                                sarang lebah, terdapat: </strong></span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;"><br />
<strong>Ratu lebah (queen bee)</strong><br />
<strong>Lebah jantan (drones)</strong><br />
<strong>Lebah Pekerja</strong><br />
- Lebah perawat (nurse bees)<br />
- Lebah pencari (scout bees)<br />
- Lebah pengumpul (collector bees)</span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" width="430" bgcolor="#990000">
<tbody>
<tr>
<td height="2">
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="430" bgcolor="#990000">
<tbody>
<tr bgcolor="#ffffff">
<td width="115" height="50">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="105" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<div><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;font-size:x-small;"><strong>Fase                                        telur<br />
(3 hari)</strong></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td width="315" height="50">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="280" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:xx-small;">Sang ratu meletakkan sebutir telur di bagian dasar tiap-tiap sel. Posisi telur berada di tengah sel de-ngan salah satu ujungnya melekat pada dasar sel.</span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#ffffff">
<td width="115" height="50">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="105" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<div><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;font-size:x-small;"><strong>Fase                                        Larva<br />
(6 hari)</strong></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td width="315" height="50">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="280" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:xx-small;">Ketika larva menetas dari telur, selama 3 hari larva tersebut diberikan royal jelly yang diproduksi dari kelenjar yang terdapat di kepala lebah perawat.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#ffffff">
<td width="115" height="50">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="105" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<div><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;font-size:x-small;"><strong>Fase                                        Pupa<br />
(12 hari)</strong></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td width="315" height="50">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="280" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:xx-small;">Sel-sel setiap larva tersebut kemudian ditutup dengan lilin selama 12 hari. Setelah 21 hari, lebah pekerja dewasa akan menetas. </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>
<span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;font-size:small;"><strong>Ratu                      Lebah [ <em>Queen Bee</em> ]</strong></span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;"><br />
Disetiap sarang lebah, hanya akan terdapat satu ratu lebah diantara koloni lebah yang jumlahnya mencapai 80,000 ekor. Secara genetik, sang ratu bertanggung jawab untuk mengkontribusikan karakteristiknya pada lebah lainnya yang terdapat di sarang. Oleh karena itu, lebah yang terdapat di sarang, sudah pasti “terbentuk dari elemen dasar yang sama” dengan sang ratu lebah</span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">.</span></div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="440">
<tbody>
<tr>
<td width="195" height="114" valign="top">
<blockquote><p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;font-size:small;"><strong>Ratu                              Lebah</strong></span></p></blockquote>
<ul>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">Mengonsumsi                              royal jelly sepanjang hidupnya.<br />
</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">Hidup 40 kali lebih lama diban-dingkan lebah pekerja, kira-kira 4 hingga 6 tahun.<br />
</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">Tumbuh                              40% lebih besar diban-dingkan lebah pekerja.<br />
</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">Bertelur                              (ribuan) setiap hari.<br />
</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">Aktif                              secara seksual<br />
</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">Membutuhkan                              16 hari untuk berkembang</span></li>
</ul>
</td>
<td width="15" height="114"></td>
<td width="230" height="114" valign="top">
<blockquote><p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;font-size:small;"><strong>Lebah                              Pekerja</strong></span></p></blockquote>
<ul>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">Mengonsumsi                              royal jelly hanya pada 3 hari pertama dalam fase larva.<br />
</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">Hanya                              hidup untuk beberapa minggu, rata-rata sampai dengan                              50 hari.<br />
</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">Memiliki                              tubuh lebih kecil dari ratu lebah.<br />
</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">Tidak                              berproduksi/mandul<br />
Tidak aktif secara seksual<br />
</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">Membutuhkan                              21 hari untuk berkemban</span></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;font-size:small;"><strong>Lebah                      Perawat [ <em>Nurse Bee</em> ]</strong></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">Lebah perawat adalah lebah pekerja yang khusus merawat ratu lebah dan anak-anaknya atau larva. Mereka bertanggung jawab untuk memproduksi royal jelly, serta memberi makan sang ratu dengan royal jelly, bee pollen dan madu.</p>
<p></span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;font-size:small;"><strong>Lebah                      Pencari [ <em>Scouts Bees</em> ]</strong></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;">Lebah pencari adalah lebah pekerja yang mencari sumber-sumber pollen, nektar dan propolis. Ketika mereka menemukan sumber makanan yang terbaik, mereka akan kembali ke sarang dan menginformasikannya kepada lebah pengumpul. Kemudian, lebah pengumpul pergi untuk mengumpulkan makanan tersebut.</p>
<p></span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;font-size:small;"><strong>Lebah                      Pengumpul [ <em>Collector Bees</em> ]</strong></span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;"><br />
Ketika mengumpulkan pollen dari bunga-bunga, lebah pengumpul hanya akan mengunjungi tipe bunga yang sama hingga semua pollen habis terkumpul. Pada saat lebah mengumpulkan pollen, ia juga mencampurkannya dengan sedikit madu dari mulutnya dan kemudian membentuk gumpalan pollen yang akan disimpan dalam kantong yang terdapat di kaki lebah.</p>
<p><span style="color:#990000;"><strong>Fakta menarik ! </strong></span>Peternak lebah menaruh alat yang dinamakan “pollen trap/jebakan pollen” disekeliling jalan masuk sarang lebah. Jebakan pollen ini terdiri dari beberapa baris kawat halus yang bertujuan untuk mempersempit jalan masuk para lebah sehingga membuat sebagian gumpalan pollen yang tersimpan di kaki lebah terjatuh. Setelah jumlah pollen telah cukup terkumpul, para peternak akan memindahkan jaring tersebut ke sarang lebah lain secara periodik.</p>
<p>Lebah pengumpul menghisap nektar dari bunga-bunga dengan lidah mereka yang panjang. Mereka hanya mengunjungi bunga dari spesies yang sama dalam satu putaran pengumpulan, untuk memastikan bahwa nektar yang dikumpulkan berasal dari satu sumber yang sama.</p>
<p>Nektar yang terkumpul kemudian disimpan dalam sel madu yang terbuka. Sel-sel ini akan tetap terbuka hingga nektar menguap dan terbentuk cairan madu yang kental dan matang.</p>
<p></span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;font-size:small;"><strong>Lebah                      Jantan [ <em>Drones</em> ]</strong></span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:x-small;"><br />
Lebah pejantan adalah satu-satunya lebah jantan yang terdapat di sarang lebah dan hanya bertugas untuk membuahi sang ratu lebah. Enam belas hari setelah ratu lebah yang baru terlahir, ia terbang ke tempat lebah jantan yang telah menunggu kedatangannya. Setelah membuahi sang ratu, lebah jantan ini kemudian mati. </span></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ismansyah.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ismansyah.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismansyah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismansyah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismansyah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismansyah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismansyah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismansyah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismansyah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismansyah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismansyah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismansyah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismansyah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismansyah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismansyah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismansyah.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=9&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/05/tentang-lebah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d69b6afd0c4ebc5fabd5cf60662dcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismansyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.hd.co.id/images/aksesories/circle.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Terapi Produk Lebah</title>
		<link>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/05/terapi-produk-lebah/</link>
		<comments>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/05/terapi-produk-lebah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 01:56:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ismansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismansyah.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Terapi Produk HD Terapi lebah merupakan pengobatan yang menggunakan produk-produk lebah seperti royal jelly, bee pollen, propolis dan madu. Sejak lebih dari 5000 tahun yang lalu, kandungan nutrisi dalam produk-produk lebah dipercaya dapat membantu meningkatkan kondisi kesehatan tubuh. Orang-orang dari berbagai penjuru dunia telah menggunakan produk lebah sebagai sumber makanan, obat-obatan dan untuk peremajaan. Beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=3&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="icon" width="24"><strong></strong></td>
<td class="cattitle"><strong><a rel="bookmark" href="http://ismansyah.multiply.com/journal/item/4/Terapi_Produk_HD">Terapi Produk HD</a></strong></td>
<td class="itemsubsub"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span class="insertedphoto"><img class="alignright" src="http://images.ismansyah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SDaYDAoKCswAADhlnb01/madu.jpg?et=NfLGd37cD1yU1kUJ4Mc2UQ&amp;nmid=0&amp;nmid=97443998" border="0" alt="" /></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Terapi lebah merupakan pengobatan yang menggunakan produk-produk lebah seperti royal jelly, bee pollen, propolis dan madu. Sejak lebih dari 5000 tahun yang lalu, kandungan nutrisi dalam produk-produk lebah dipercaya dapat membantu meningkatkan kondisi kesehatan tubuh. Orang-orang dari berbagai penjuru dunia telah menggunakan produk lebah sebagai sumber makanan, obat-obatan dan untuk peremajaan.</span></p>
<p>Beberapa peneliti baru-baru ini menemukan bahwa produk-produk lebah dapat membantu mengurangi rasa lelah dan meningkatkan stamina saat berolah raga. Penelitian juga menunjukkan bahwa kombinasi alami nutrisi-nutrisi seperti vitamin dan mineral dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan mengonsumsi nutrisi-nutrisi tersebut secara terpisah.</p>
<p>Kini, para ahli medis profesional telah mengunakan produk-produk lebah untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, mulai dari nyeri sendi hingga penyakit yang lebih serius.</p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"><strong><span style="font-size:small;color:#990000;">Apakah                      produk lebah menyebabkan alergi?</span></strong><br />
Walaupun telah ditemukan beberapa kasus alergi yang disebabkan oleh produk lebah, rasio terjadinya kasus tersebut relatif kecil.</span></p>
<p>Gatal-gatal yang timbul pada beberapa orang setelah mengonsumsi produk-produk lebah, sebagian besar bukan disebabkan oleh alergi, tetapi merupakan indikasi bahwa tubuh sedang melalui proses detoksifikasi. Setelah mengonsumsi produk selama beberapa hari, gatal-gatal ini akan hilang dan mereka pun merasakan manfaat dari produk lebah tersebut.</p>
<p>Bahkan, produk lebah seperti ekstrak bee pollen sering kali digunakan untuk me-ngatasi alergi1,2,3. Oleh karena itu, produk lebah lebih banyak memberikan manfaat untuk mengatasi / mengurangi alergi dibanding menimbulkan alergi.</p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"><strong><span style="color:#990000;">Bagaimana                      cara untuk mengetahui apakah anda sensitif terhadap produk                      lebah?</span></strong></span><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"><br />
Beberapa orang sensitif terhadap produk lebah. Namun, anda tidak perlu khawatir karena reaksi alergi dapat dihindarkan. Bagi anda yang baru pertama kali mengonsumsi atau menggunakan produk lebah, ada beberapa langkah mudah yang dapat anda lakukan, antara lain:</span></p>
<p><strong><span style="font-size:small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;">Sebagai                      suplemen:</span></strong><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;"><br />
<strong>Mulailah dengan dosis yang rendah</strong> Reaksi alergi biasanya timbul dalam periode waktu yang pendek, dari hitu-ngan menit ke hitungan jam. Namun, jika anda tidak mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi, berarti anda tidak sensitif terhadap produk lebah, dan anda dapat melanjutkan penggunaan sesuai dosis yang dianjurkan!</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Hingga saat ini, belum ditemukan adanya kasus yang membahayakan ke- sehatan seseorang akibat mengonsumsi produk lebah, namun kemungkinan terjadinya reaksi alergi tetap ada.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#990000;">Sebagai                      krim/produk-produk perawatan tubuh:</span></strong><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;"><br />
<strong>Lakukan tes produk pada kulit</strong> Reaksi alergi awal yang terjadi ketika menggunakan produk baru (misal: bengkak, gatal-gatal) dapat sesekali terjadi jika seseorang memiliki kulit yang sensitif atau alergi. Untuk menghindarinya, lakukanlah tes sederhana seperti berikut:</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Oleskan sedikit produk lebah pada bagian dalam lekukan siku atau pergela-ngan tangan anda.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Jika anda mengalami gejala-gejala alergi (seperti rasa panas, perih, gatal-gatal, kemerah-merahan atau perubahan warna kulit) setelah pemakaian, bersihkan produk dari bagian kulit tersebut dengan air hangat. Indikasi tersebut me-nunjukkan bahwa produk ini tidak cocok untuk jenis kulit anda. Oleh karena itu anda harus hentikan penggunaannya.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Namun, jika kulit anda tidak mengalami reaksi tersebut diatas setelah pemakaian (dalam kurun waktu 24 jam), berarti anda tidak sensitif terhadap produk lebah. Lanjutkan pemakaiannya!</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Dengan melalukan tes ini, anda dapat terhindar dari rasa sakit serta rasa tidak nyaman yang timbul akibat alergi terhadap bahan yang terkandung dalam produk tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size:small;color:#990000;"><strong>Produk-produk HDI</strong></span><br />
Produk-produk lebah High-Desert tidak hanya kaya akan nutrisi, tetapi juga bebas dari bahan pengawet!</p>
<p><strong><span style="color:#990000;"> Proses pembuatan produk-produk High-Desert</span></strong></p>
<div>
<ul>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Semua                          bahan-bahan dasar yang digunakan memiliki Sertifikat Analisis.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Proses dan metode pembuatan diawasi secara ketat oleh staf Quality Control (QC).<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Selama proses pembuatan, sampel produk dikirim ke Laboratorium Quality Control untuk dianalisa.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Hasil produk akhir, kemasan dan jumlah produk per kemasan diperiksa kembali sebelum dilakukan pengiriman.<br />
</span></li>
</ul>
</div>
<p align="justify"><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;"><strong><span style="color:#990000;">Penyimpanan                      produk-produk High-Desert</span></strong><br />
</span></p>
<div>
<ul>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Simpan                          produk-produk High-Desert di tempat yang sejuk dan kering. </span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Penyimpanan dalam alat pendingin / kulkas lebih disarankan untuk menjaga kualitas produk secara optimal.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Jauhkan                          produk-produk High-Desert dari panas atau tempat yang                          lembab.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Tutup kembali kemasan produk (botol, pot, tube, dll) dengan rapat setelah digunakan.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Buang kapas yang ada dalam botol setelah dibuka. Jangan memasukkannya kembali.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Jika terdapat kantong silica gel di dalam botol, jangan dibuang hingga semua kapsul atau tablet telah habis dikonsumsi.</span></li>
</ul>
</div>
<p align="justify"><span style="font-size:small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;"><strong><span style="color:#990000;">Apa                      yang dapat anda harapkan dengan mengonsumsi produk-produk                      High-Desert?<br />
</span></strong></span><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;"><br />
<span style="color:#990000;"><strong>Produk High-Desert bekerja dalam                      3 tahap.</strong></span></span></p>
<div>
<ol>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;"><strong>Pengeluaran/Membersihkan                          racun dalam tubuh</strong><br />
Konsep mengeluarkan dan membersihkan racun dari dalam tubuh telah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Prosesnya meliputi pembersihan pada saluran pencernaan, ginjal, paru-paru, hati dan darah, yang mana organ-organ tersebut terlibat dalam proses pengeluaran bahan-bahan kimia dan racun dari dalam tubuh.<br />
</span><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Ketika anda pertama kali mengonsumsi produk-produk High-Desert, tubuh anda akan mengalami beberapa proses sebagai berikut:<br />
</span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="400">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div>
<ol>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Sisa-sisa kotoran dan bakteri fermentasi dibersihkan dari saluran pencernaan.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Proses                                      pembersihan darah, ginjal dan hati.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Ketergantungan tubuh akan hal-hal seperti gula, kafein, nikotin, alkohol dan obat-obatan menurun.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Sistem                                      hormon meningkat.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Sistem                                      kekebalan tubuh meningka</span></li>
</ol>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;"><strong>Reaksi                          awal</strong> banyak dialami orang pada beberapa hari pertama setelah mengonsumsi produk-produk High-Desert. Hal tersebut merupakan reaksi normal yang mengindikasikan bahwa produk High-Desert bekerja mengeluarkan racun dari dalam tubuh anda.</span></p>
<p><span style="color:#990000;"><strong>Tentang reaksi awal:</strong></span> Beberapa orang mengalami reaksi awal ketika pertama kali mengonsumsi suplemen kesehatan. Reaksi awal ini umum terjadi ketika tubuh menerima nutrisi dalam jumlah yang banyak, terutama jika tubuh anda jarang sekali mendapatkan nutrisi yang cukup. Beberapa jenis reaksi awal dapat berupa panas dalam, sakit kepala, nyeri sendi, bibir kering dan pecah-pecah, perut mulas, demam dan lainnya. Ini menunjukkan bahwa tubuh anda sedang beradaptasi terhadap nutrisi yang masuk yang juga merupakan proses perbaikan, bukan efek samping. Jika anda mengalami reaksi-reaksi awal ini, kurangi dosis pemakaian dan banyak minum air putih.</li>
<li><strong><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Pembentukan</span></strong><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;"><br />
Ketika tubuh anda telah bersih dari racun, maka proses pembentukan mulai terjadi melalui nutrisi alami dan seimbang yang terkandung dalam produk-produk High-Desert. Secara bertahap anda akan merasakan perubahan pada kondisi ke-sehatan anda.</p>
<p></span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;"><strong>Perawatan</strong><br />
Setelah tubuh anda melewati tahap pembentukan dan anda merasa lebih segar, maka sangatlah penting untuk memastikan tubuh anda mendapatkan nutrisi yang cukup agar tubuh tetap prima. Disitulah produk-produk High-Desert berperan penting.</span></li>
</ol>
</div>
<p align="justify"><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;"><strong><span style="font-size:small;color:#990000;">Mengonsumsi                      produk-produk High-Desert</span></strong>:<br />
</span></p>
<div>
<ol>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Produk-produk ini harus dikonsumsi sebelum makan atau dalam kondisi perut kosong untuk penyerapan yang sempurna.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Bahkan, produk-produk High-Desert dapat membantu mengurangi masalah lambung / maag jika dikonsumsi sebelum makan.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">High-Desert Honeybee PollenS, Pollenergy 520 and Bee Propolis sebaiknya dikonsumsi 2-3 kali sehari sebelum makan.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Royal jelly sebaiknya dikonsumsi pada malam hari sebelum tidur, untuk mendapatkan manfaat yang optimal.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Jangan mengonsumsi produk-produk High-Desert dengan air yang panasnya melebihi suhu tubuh, karena panas dapat menghancurkan enzim-enzim yang terdapat dalam produk-produk High-Desert.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Mulailah mengonsumsi dengan dosis yang rendah dan tingkatkan secara bertahap hingga sesuai dengan dosis yang dianjurkan.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Produk High-Desert dapat dikonsumsi bersamaan dengan atau sebelum mengonsumsi obat-obatan dari resep dokter.</span></li>
</ol>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ismansyah.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ismansyah.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismansyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismansyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismansyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismansyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismansyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismansyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismansyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismansyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismansyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismansyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismansyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismansyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismansyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismansyah.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=3&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/05/terapi-produk-lebah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d69b6afd0c4ebc5fabd5cf60662dcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismansyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.ismansyah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SDaYDAoKCswAADhlnb01/madu.jpg?et=NfLGd37cD1yU1kUJ4Mc2UQ&#38;nmid=0&#38;nmid=97443998" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/04/hello-world/</link>
		<comments>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/04/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 02:40:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ismansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=1&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ismansyah.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ismansyah.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismansyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismansyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismansyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismansyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismansyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismansyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismansyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismansyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismansyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismansyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismansyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismansyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismansyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismansyah.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismansyah.wordpress.com&amp;blog=4720678&amp;post=1&amp;subd=ismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismansyah.wordpress.com/2008/09/04/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d69b6afd0c4ebc5fabd5cf60662dcf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismansyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
